Detail Produk
LARAS Seratus Puisi tentang Sunyi, Cahaya, dan Ingatan
Buku puisi Nia Samsihono
Laras bukan sekadar harmoni yang terdengar indah, melainkan juga keseimbangan antara luka dan penerimaan, antara kehilangan dan syukur, antara kecemasan manusia dan keyakinan bahwa selalu ada cahaya yang menuntun. Dalam banyak puisi, suara lirih lebih dipilih daripada teriakan; renungan lebih diutamakan daripada pernyataan yang keras.
Puisi-puisi ini ingin hadir sebagai percakapan batin yang tenang, tetapi tetap menyentuh sisi kemanusiaan pembaca. Sebagian puisi dalam buku ini berbicara tentang alam dan ingatan, sebagian lain menyentuh persoalan sosial, kebangsaan, spiritualitas, perempuan, persahabatan, keluarga, perjalanan, dan makna menjadi manusia. Ada puisi yang lahir dari pengalaman personal, ada pula yang bergerak menuju ruang yang lebih luas: Indonesia, kemanusiaan, keadilan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
136 halaman
KKK, 2026
Buku puisi Nia Samsihono
Laras bukan sekadar harmoni yang terdengar indah, melainkan juga keseimbangan antara luka dan penerimaan, antara kehilangan dan syukur, antara kecemasan manusia dan keyakinan bahwa selalu ada cahaya yang menuntun. Dalam banyak puisi, suara lirih lebih dipilih daripada teriakan; renungan lebih diutamakan daripada pernyataan yang keras.
Puisi-puisi ini ingin hadir sebagai percakapan batin yang tenang, tetapi tetap menyentuh sisi kemanusiaan pembaca. Sebagian puisi dalam buku ini berbicara tentang alam dan ingatan, sebagian lain menyentuh persoalan sosial, kebangsaan, spiritualitas, perempuan, persahabatan, keluarga, perjalanan, dan makna menjadi manusia. Ada puisi yang lahir dari pengalaman personal, ada pula yang bergerak menuju ruang yang lebih luas: Indonesia, kemanusiaan, keadilan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
136 halaman
KKK, 2026






